Tampilkan postingan dengan label jalatama artha berjangka csr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalatama artha berjangka csr. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Asian Stocks Fall Before U.S. Payrolls, China Trade Data



Asian stocks fell, with the regional benchmark index extending its weekly loss, as investors await reports on Chinese trade and U.S. payrolls.

Rio Tinto Group and BHP Billiton Ltd., Australia’s biggest shippers of iron-ore to China, fell at least 1.8 percent. Mitsubishi Materials Corp., which processes metals, dropped 1.9 percent in Tokyo as it plans to halt a plant after an explosion. Dainippon Sumitomo Pharma Co., which has the Japanese distribution rights for a liver-disease drug developed by Intercept Pharmaceuticals Inc., soared 12 percent after a clinical trial proved successful.

The MSCI Asia Pacific Index slipped 0.3 percent to 138.57 as of 10:53 a.m. in Tokyo, on course for a 1.2 percent loss this week. About five stocks fell for every three that rose on the index. A U.S. Labor Department report today is projected to show American employers added more jobs in 2013 than at any point in the past eight years. Growth in Chinese exports and imports probably slowed last month, according to economists.
(Source: Bloomberg)


Senin, 06 Januari 2014

Asian Stocks Fall Third Day, Led by Telecom Shares, Japan



Asian stocks fell, with the regional benchmark index headed for a third day of losses, as telecommunication services shares led the decline and Japanese stocks dropped following holidays.

SoftBank Corp., a Japanese mobile phone operator, dropped 2.2 percent after the rating of Sprint Corp. (S), which SoftBank acquired last year, was cut at Cowen and Company. Fast Retailing Co., Asia’s biggest apparel chain, lost 3.8 percent in Tokyo as the Nikkei 225 (NKY) Stock Average slipped from a six-year high. Samsung Electronics Co., South Korea’s biggest exporter of consumer electronics and the second-most-weighted stock on the Asia-Pacific benchmark index, rose 0.8 percent.

The MSCI Asia Pacific Index slipped 0.6 percent to 139.45 as of 10:23 a.m. in Tokyo with nine of its 10 industry groups falling. Markets are yet to open in Hong Kong and China.

The Asia-Pacific gauge added 9.3 percent in 2013, rising for a second straight year, as central banks across the globe acted to spur growth. The measure traded at 13.1 times estimated earnings as of Jan. 3, compared with 15.5 for the Standard & Poor’s 500 Index and 13.7 for the Stoxx Europe 600 Index, according to data compiled by Bloomberg.
(Source: Bloomberg)


Kamis, 05 Desember 2013

UPN “Veteran” Yogyakarta Jalin kerjasama dengan PT Jalatama Artha Berjangka - CSR


Untuk menambah wawasan mahasiswa tentang perdagangan berjangka  telah digelarkuliah umum dan sekaligus penandatanganan MoU antara Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Bursa berjangka Jakarta dan PT Jalatama Artha berjangka, di Ruang seminar  Prodi Akutansi  hari Kamis 10 Oktober 2013. Ketiganya sepakat melakukan sosialisasi perdaganga berjangka komoditas.
Dekan Fakultas Ekonomi Drs. Sujatmika, M.Si mengatakan bahwa UPN “veteran” Yogyakarta menjadi Universitas ke tiga di Yogyakarta yang memiliki bursa perdagangan berjangka dan ke dua belas di Indonesia. UPN sebelumnya telah memiliki pojok bursa efek yang digunakan sebagai pembelajaran mahasiswa, tetapi belum punya pojok bursa berjangka.” Tujuannya agar mahasiswa tidak sekadar tahu dan mengenal teori, tetapi benar-benar mengetahui tentang bursa berjangka ini”, ungkap Sujatmika Perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penarikan margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarka kontrak berjangka, kontrak derivative Syariah dan kontrak derivative lainnya.
Komoditi adalah semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya. Dan setiap derivative dari komoditi yang dapat diperdagangkan dan menjadi subyek kontrak berjangka, kontrak derivative . Komoditi yang ditransaksikan mencakup: komoditi pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, emas, indeks saham, forex dan obyek lainnya yang bisa diperdagangkan baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Semua transaksi dapat dikelola sendiri  oleh nasabah melalui system yang disediakan  pialang berjangka.

Sumber : http://wwwtemp2.upnyk.ac.id/index.php?data=detail_berita.php&id=108